Tahun lalu Indonesia memblokir beberapa situs yang memang dianggap tidak pantas untuk di lihat oleh masyarakat Indonesia, di antara daftar situs yang di blokir vimeo adalah salah satunya dan netizen hampir geram dengan hal tersebut.

Karena vimeo adalah layanan semacam Video Sharring seperti youtube hanya saja pengawasannya tidak terlalu ketat seperti youtube.

Namun hari ini kita tidak akan memandang masa lalu tersebut karena netizen Indonesia khususnya Gamers tahun ini terlihat geram karena aksi yang dilakukan oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), bukan karena kekerasan anak, bukan juga karena pemerkosaan, ataupun masalah lainnya karena kekerasan. tapi ini karena hanya sebuah video game !.

image

Masalahnya ada di penggunaan Game yang tidak sesuai dengan umur ?

di Indonesia sendiri jumlah pengguna game yang tidak sesuai dengan apa yang dimainkannya sangat banyak, terlebih lagi publisher game online tidak peduli dengan batasan umur yang terdapat pada game yang sedang di publikasikan di Indonesia.

Game yang menurut saya seperti PointBlank, Counter Strike memang tidak ditujukan oleh anak dibawah umur 17 Tahun, tapi sekarang hal ini sudah dipandang sebelah mata oleh KPAI.

image

Tidak hanya dunia pertelevisian saja yang memiliki rating untuk mengontrol siapa saja yang boleh menonton film atau sinetronnya, dunia game juga terdapat rating yang juga mengontrol siapa saja yang boleh memainkannya rating ini disebut dengan (ESRB Ratings).

Sistem rating ini di terapkan oleh Amerika Serikat untuk mencegah hal - hal yang tidak di inginkan terjadi oleh orang yang menyalah gunakan perangkat lunak berbasis hiburan seperti video game yang kita ketahui saat ini. (Wikipedia Info : https://id.wikipedia.org/wiki/Entertainment_Software_Rating_Board)

Dalam kasus yang dimulai oleh KPAI, mereka menganggap Game Online dapat merusak anak untuk bersikap dan melakukan tindakan yang sama seperti yang ada di game seperti kasus pembobolan mobil oleh 9 Anak SD.

Jadi siapa yang salah dengan contoh kasus diatas ?

image

Dikutip dari jpnn.com ”Mereka iseng-iseng saja dan belajar dari game. Lagian uang dolarnya masih ada dan dikembalikan ke pemiliknya,”, dalam hal tersebut saya berpendapat kalau ini bukan salah dari gamenya tapi dari anak tersebut yang sengaja melakukan perbuatan tersebut.

Tidak hanya itu siapapun yang juga pernah memainkan game juga pernah memperagakan aksi - aksi yang di lihat dari game online karena saya pun juga pernah begitu dan tidak bernah separah itu, mungkin karena saya terlalu banyak waktu kosong dan terlalu suntuk makanya saya sering sekali memperagakan apa yang ada di game secara sadar.

Jika kita dilihat oleh orang maka kita akan seperti orang gila karena terlalu menghayal, namun karena umur saya semakin tua saya akhirnya sadar kalau tindakan itu sungguh konyol untuk saya lakukan.

Jadi kalau anda mengira game tersebut yang salah maka anda harus berpikir dua kali karena game adalah benda virtual yang terdapat pada benda mati seperti komputer ataupun game konsol, namun jika anda menyalahkan penggunanya mungkin disini ada benar dan tidaknya karena efek dari game online tidak akan terjadi jika tidak ada sebab.

Solusi saya terhadap keadaan game online saat ini.

Diakhir tulisan saya ingin memberikan sedikit solusi terhadap keadaan game online yang sedang diterjang tsunami yang sangat besar, dalam hal blokir - memblokir KPAI tidak salah karena yang ditargetkan adalah pengguna game dibawah umur namun kesalahan terbesarnya adalah pada pemblokiran secara penuh dan tidak setengah - setengah.

Saya berharap seluruh publisher Game Online yang ada harus menegakkan sistem rating in game karena dalam perkembangan game online di Indonesia publisher tidak membatasi siapa saya yang memainkan game ini contohnya seperti Anak SD bermain GTA, Anak TK bermain Counter Strike sampai lain sebagainya yang dirasa game tersebut tidak pantas dimainkan oleh anak dibawah umur.

Tentang Penulis

Gravatar Profile Image

Ambrizal Suryadinata

Perkenalkan nama saya Ambrizal Suryadinata lahir pada tanggal 19 Agustus 199x di Denpasar, Bali. Jika ditanya "asal kamu dari mana ?" maka saya akan bingung menjawabnya karena bapak dari orang tua saya adalah orang kelahiran Bali dan ibu dari orang tua saya adalah orang kelahiran jawa.

Read more Open Linkedin

Recent Comment