Ada sesuatu yang membuat saya bergerak dalam menulis dan mempublikasikan artikel ini, meskipun rasanya seperti ada yang protes dan tidak setuju mungkin mereka harus memahami kembali apa isi dari artikel ini. Pendek cerita bahwa awal bulan pada tahun ini group - group yang terdapat pada beberapa media sosial menunjukkan tidak adanya support untuk junior programmer (bahasa jeleknya saya katakan mereka sebagai newbie), pertanyaan yang sering mereka lontarkan baik itu masalah teknis, masalah umum, maupun kompleks sekalipun mendapatkan jawaban yang sangat tidak pantas untuk diterima.

Saya mengerti bahwa mereka yang menjawab tidak mau menjawab pertanyaannya karena ada sebuah teknologi canggih berupa mesin pencari yang dapat menyelesaikan masalah tersebut, namun sangat - sangat disayangkan mereka menjawab dengan nada yang sedikit menyindir. Tak ada yang salah dengan pertanyaan tersebut, hanya saja mereka seperti tidak mau tertandingi oleh orang - orang tersebut.

Belajar dari pengalaman saya mungkin juga orang yang pernah mengalami hal tersebut sampai saat ini, bahkan teman - teman saya yang pernah saya temui juga sering sekali mendapatkan kejadian serupa. Belajar bahasa pemrograman bisa dibilang gampang tapi akan terlihat susah jika tidak mengerti dasarnya, pernah suatu ketika saya ditanya mengenai tips belajar programming dan secara responsif saya mengatakan “pelajari dasar dan konsepnya terlebih dahulu”. Tidak ada yang spesial dari cara belajar saya dalam memahami bahasa pemrograman, meskipun pada awal pembelajarannya dimulai dari platform blogger tapi saat ini saya sudah bisa mempelajari bahasa lainnya.

Kembali ke topik, beberapa kejadian yang sudah saya sebutkan di awal artikel membuat saya berpikir apakah junior programmer tidak mendapatkan dukungan oleh beberapa kelompok tertentu yang tujuannya juga untuk belajar bersama dalam menguasai sebuah bahasa pemrograman atau malah tidak mau tertandingi oleh bibit - bibit baru programmer yang paham dan mengerti tentang pembuatan program.

Pada artikel ini saya tidak menyalahkan keseluruhan ke orang lain yang telah membuat beberapa junior programmer merasa down, karena :

Kurang Riset

Ini adalah masalah yang sering terjadi oleh seluruh orang yang baru terjun ke dunia pemrograman, kadang mereka berpikir membuat sebuah program itu tidak perlu melakukan riset ataupun penelitian. Padahal dalam dunia pekerjaan riset ataupun penelitian dalam membuat sebuah program itu sangat perlu untuk mencapai sebuah tujuan, tujuan tersebut yang akan dijadikan sebagai output dari sebuah program yang akan dibuat oleh seorang programmer.

Malas Membaca

Malas membaca bisa kita bilang sebagai sebuah penyakit menular yang bisa menyerang siapa saja baik itu anak - anak maupun orang tua, karena malas membaca dapat menyebabkan ketidaktahuan terhadap ilmu yang nantinya akan digunakan pada penerapan beberapa pekerjaan.

Jika ingin mengetahui beberapa hal yang anda tidak ketahui saya sarankan untuk membeli sebuah buku yang terkait dengan apa yang ingin anda ketahui, meskipun anda tidak memiliki uang dalam jumlah lebih anda bisa mendownload sebuah e-book ataupun sekedar mencari di mesin pencari.

Tidak paham dengan konsep dan alur programnya

Ini adalah sebuah masalah yang sangat besar dibanding masalah lainnya sehingga apapun yang mereka tanya di sebuah grup media sosial baik itu facebook ataupun telegram saya pastikan mereka tidak akan mendapatkan jawabannya, karena pada dasarnya sebuah program dapat berjalan dengan baik jika memiliki proses yang berurutan dan terstruktur dengan baik.


Banyak orang yang mengalami hal ini dan tidak sedikit mereka juga kena bully karena hal ini, saya pun juga tidak akan menjawab pertanyaannya jika mereka bertanya namun tidak paham dengan konsep dan alurnya.

Adapun hal tersebut jika memang benar - benar terjadi baik itu di media sosial ataupun dari aktifitas tatap muka oleh teman, setidaknya jawab saja pertanyaannya dengan baik dan santun. Kita tidak ada ruginya untuk menjawab sebuah pertanyaan asalkan tidak melenceng dari pertanyaan yang telah diberikan, salah atau benar itu adalah urusan belakang karena kebenaran hanya ada ditangan penanya.

Arahkan mereka, jangan dibuat tersesat atau nyasar ke arah yang seharusnya tidak dia lalui. Biarkan mereka yang membuat keputusan apakah ini benar atau tidak karena sekali lagi kebenaran hanya ada ditangan penanya.

Sekian artikel yang saya terbitkan untuk tahun baru namun tidak di awal bulan, artikel ini tidak dibuat untuk membuat kerusuhan ataupun pertengkaran yang tidak di inginkan akan tetapi digunakan untuk menuangkan isi pikiran yang selama ini saya pendam terlalu lama ke dalam sebuah tulisan.

Tentang Penulis

Gravatar Profile Image

Ambrizal Suryadinata

Perkenalkan nama saya Ambrizal Suryadinata lahir pada tanggal 19 Agustus 199x di Denpasar, Bali. Jika ditanya "asal kamu dari mana ?" maka saya akan bingung menjawabnya karena bapak dari orang tua saya adalah orang kelahiran Bali dan ibu dari orang tua saya adalah orang kelahiran jawa.

Read more Open Linkedin

Recent Comment