Indihome, mendengar kata itu saja saya seperti memendam rasa benci yang terlalu dalam dan tidak ingin untuk menggunakannya. Ya ini memang saya alami diwaktu saya ingin meminta telkom untuk melakukan pemasangan internet pada daerah rumah saya, berbagai usaha yang saya lakukan mulai dari datang ke telkom, mengisi formulir di internet sampai mas - mas sales yang nongkrong dibawah pohon namun usaha tersebut sungguh sia - sia. Ya bukan karena teknisinya bilang rumah saya gak layak dipasang internet atau lain sebagainya, tapi tidak ada pemberitahuan kalau saya tidak bisa memasang internet pada daerah rumah saya.

Berkali - kali saya lakukan tetap tidak ada yang datang dan ngintippun kayaknya juga tidak, akhirnya saya pendam rasa benci tersebut dan beralih ke modem konvesional layaknya smartfren dan XL padahal menggunakan modem seperti itu juga buang - buang uang juga sepertinya.

Ada tiga tahun dari sekarang saya memendam rasa itu dan ketika suatu hari datanglah seorang teknisi telkom yang ntah siapa yang ngundang kok bisa kesini nih orang menawarkan layanan ini kepada bapak saya, ya terasa hening bercampur lega karena selama tiga tahun itu teknisi gak pernah ke rumah gua.

Pemasangan indihome berjalan dengan lancar meskipun ada sedikit konflik dimana saya dianggap tidak mengerti cara ngubah password wifi, tapi ya sudah rata - rata pasar internet di Indonesia kan gak ngerti yang namanya komputer apalagi sampe ngotak - ngatik jaringan (ah ogah gua kalau disuruh buat kabel LAN :v) jadi saya maklumi saja.

Dalam 2 minggu pertama penggunaan internet sangat berasa lancar, ya cepet banget uy gue kira 10 Mbps dipake sendiri itu lemot. Dipake streaming, download, video call bahkan upload pun rasanya cepet dan seketika mikir “rese bener ini teknisi dulu gak ke rumah gua”. Pada minggu tersebut juga gue lebih sering nelepon pake telepon biasa ketimbang pake smartphone, ya kalau pake smartphone nelepon pake kuota kan bisa via whatsapp atau line.

Pada awal bulan agustus, tepatnya minggu kedua agustus jaringan indihome yang saya gunakan mendadak tidak bisa dipakai. pakai internet atau telepon semuanya gak bisa, serasa ada request time out atau ada tikus yang sengaja nih gigit kabel fiber biar gue gak bisa make. Hal pertama yang biasa aku lakukan, protes lewat official account sosial media telkom melalui twitter, sudah banyak hal yang saya ceritakan disana namun mereka seperti tidak mengerti dengan pertanyaan yang saya ajukan.

Jadi inti dari pertanyaan saya adalah begini “apakah jaringan indihome saya tidak bisa digunakan karena belum bayar tagihan atau karena ada gangguan diwilayah ini ?”, jawaban pertama yang saya terima kurang lebih seperti ini “Baik bapak, jaringan untuk wilayah anda terdapat gangguan mohon menunggu agar teknisi kami untuk memperbaikinya”.

Oke sedikit lega disini karena dia mengatakan indihome saya tidak dapat digunakan karena ada gangguan, tinggal dulu sebentar ke jakarta kurang lebih sekitar 4 hari dan kembali lagi ke tanah kelahiran. Saya mencoba jaringan indihome alih - alih biar saya bisa cek email yang ada malah gak bisa dipake.

Hampir seminggu saya jengkel karena hal ini, dari awal mereka mengatakan bahwa ini terdapat gangguan tapi kok gak bener - bener juga setelah saya tinggal sekitar 4 hari. Keesokan hari saya menanyakan pertanyaan yang sama, namun jawaban yang diterima berbeda “Mohon selesaikan tagihan terlebih dahulu ya bapak”. WTF, kenapa gak bilang gue pertama nanya gitu masa nunggu akhir bulan baru bisa dapet pertanyaan begini cs macam apa ini.

Oke beginilah shitpost yang bisa saya buat, saran saya untuk telkom kalau perusahaan ini sangat niat untuk melayani pelanggannya setidaknya kasih gitu lampiran tagihan tiap bulannya. Gak masalah kok mau itu dikirim lewat POS atau dikirim lewat email biar saya bisa download dan tahu berapa yang harus saya bayarkan, aplikasi indihome yang saya unduh dari playstore sangat useless sekali dalam masalah ini. Untuk pelaporan memang sangat cepat, tapi untuk masalah ini sepertinya perusahaan ini kayak punya mindset “ini pelanggan saya kan orang kaya, mana mungkin telat bayar tagihan mau berapapun itu jumlahnya”.

Tentang Penulis

Gravatar Profile Image

Ambrizal Suryadinata

Perkenalkan nama saya Ambrizal Suryadinata lahir pada tanggal 19 Agustus 199x di Denpasar, Bali. Jika ditanya "asal kamu dari mana ?" maka saya akan bingung menjawabnya karena bapak dari orang tua saya adalah orang kelahiran Bali dan ibu dari orang tua saya adalah orang kelahiran jawa.

Read more Open Linkedin

Recent Comment